Obat-Obat Terapi

Gangguan Saluran Pernapasan

Disusun sebagai tugas kelompok mata kuliah spesialite obat dan alkes

Dosen Pembimbing:

Dra. Pudji Lestari, Apt

Oleh:

Kelompok 6

1. Albert Parulian

2. Miftahurrahman

3. Obby Ariawan

4. Yoga Desyan Sasmito

Akademi Kesehatan Arga Husada Pare

Prodi DIII farmasi

2010

Obat-Obat Terapi Gangguan Saluran Pernapasan

1.1 SALBUTAMOL

2Hydroxy 4-1-cl Hydroxy – 2tert-Butylamino-1-(4-hydroxy-3-hydroxymethylphenyl)ethanol.

C13H21NO3

Contoh nama dagang:

ascolen,  asmacel, astop, azmacon, bromozal, bronchosal, butasal, buventol, combivent, cybutol, fartolin ekspektoran, glisodin, lasal, lasal ekspektoran, librentin, pritasma, proventol ekspektoran, respolin, salbron, salbron ekspektoran, salbuven, salbuven ekspektoran, salvasma, suprasma varsebron, venasma, ventab, ventide, ventolin diskhaler, ventolin ekspektorant, ventolin injeksi, volmax.

Salbutamol merupakn derivat-isoprenalin merupakan adrenergikum yang pertama (1968) yang pada dosis biasa memiliki daya kerja yang lebih kurang spesifik terhadap reseptor-β2 (Tan Hoan Tjay & K.Rahardja). Salbutamol juga memiliki efek lemah terhadap stabilisasi mastcell. Efek samping Salbutamol jarang terjadi dan biasanya berupa nyeri kepala, pusing-pusing, mual, dan tremor tangan. Pada dosis yang melebihi (overdose) dapat terjadi stimulasi reseptor β-1 dengan efek kardiovaskuler: tachycardia, palpitrasi, aritmia, dan hipotensi. Dosis 3-4 dd 2-4 mg (sulfat), inhalasi 3-4 dd  semprotan dari mcg, pada serangan akut  puff yang dapat diulang sesudah 15 menit. Pada serangan hebat i.m atau s.c. 250-500 mcg, yang dapat diulang sesudah 4 jam.

v  Indikasi

Sebagai bronchodilator pada bronchial asma, chronic bronchitis, emphysema.

v  Kontra Indikasi

Hipersensitif, penggunaan bersama β-blocker.

v  Perhatian

Hati-hati pemberian pada pasien tirotoksikosis, wanita hamil dan menyusui, pemberian bersama dengan derivat xantin, sreroid dan diuretik, hindari pemberian pada hipertensi, jantung iskemik dan pasien usia lanjut, anak dibawah 6 tahun, hipertiroidism, diabetes melitus.

v  Efek samping

Nausea, sakit kepala, palpitasi, tremor, vasodilatasi periferal, takikardia, dan hipokalemia yang kadang timbul setelah pemberian dosis tinggi.

1.2 TERBUTALIN

2-tert-Butylamino-1-(3.5-dihydrophenyl)ethanol sulfate. (C12H19NO3)2. H2SO4

Contoh nama dagang:

Asmabet, astherin, brasmatic, bricamsa, bricamsa ekspektoran, bricamsa respules, lasmalin, lintaz, nairet, pulmobron, relivan, sedakter, tabas, terasma, terasma ekspektoran, tismalin, yarisma.

Terbutalin merupakan derivat-metil dari orsiprenalin, juga berkhasiat β-2 selektif. Per oral mulai kerjanya sesudah 1-2 jam, sedangkan lama kerjanya kurang lebih 6 jam. Lebih sering menyebabkan tachycardia. Dosis -3 dd 2,5-5 mg (sulfat), inhalasi 3-4 dd 1-2 semprotan dari 250 mcg, maks 4 kali sehari.

v  Indikasi

Asma bronkial, emfisema, bronkitis kronik, bronkospasmus parah.

v  Kontra Indikasi

Hipersensitif, tirotoksikosis, toksemia gravidarum berat, perdarahan antepartum, infeksi intra-uterus, solusio plasenta, abortus mengancam yang terjadi pada kehamilan trisemester 1 atau 2, kompresi tali pusar.

v  Perhatian

Hati-hati pada pengobatan pasien hipertiroidisme, insufisiens miokardial atau tirotoksikosis.

v  Efek samping

Tremor dan palpitasi, keram otot, dapat terjadi, vertikaria dan eksamtema,  pada anak-anak: gangguan tidur dan tingkah laku.

Fenoterol (berotec) adalah derivat terbutalin dengan daya kerja dan penggunaan yang sama, efeknya lebih kuat dan bertahan kurang lebih 6 jam, (salbutamol k.l. 4 jam). Dosis 3 dd 2,5-5 mg (bromida), suppositoria malam hari 15 mg dan inhalasi 3-4 dd 1-2 semprotan dari 200 mcg.

v  Indikasi

asma bronkial, bronkitis obbstruktif kronis disertai tidak emfisema paru.

v  Kontra Indikasi

Hipertiroidisme, stenosis aorta subvalvular, takiaritma.

v  Perhatian

Insufficiently controlled diabetes melitus, recent MI &/or severeorganic heart or vascular disorders, hyperthyroidism, pheochromocytoma, acute rapidly worsening dyspnoea, 1st trisemester of pregnancy & lactation. Prolonged regular usedre-evaluation for the addition of anti-inflamatory drugs. Severe asthma. Monitor serum K levels. Inhalation soln: thyrotoxicosis, myocardial insufficiency, angina, cardiac dysrhythmia, HTN, hypertrophic subvalvular aortic stenosis.

v  Efek Samping

Fine tremor of skeletal muscles & nervous-ness, headache, dizziness, tachycardia, palpitations, cough, lokal irritation; nausea, vomiting, sweating, weakness & myalgia/muscle chramp. Potentially serious hypokalemia, may result from β2-agonist therapy.

1.3 Tretoquinol

Contoh nama dagang: Trimetoquinol, inolin.

Merupakan derivat-isokinolin ini (1968) secara oral mulai kerjanya agak cepat, yaitu sesudah 15 menit dan bertahan sampai 6 jam. Jarang menimbulkan debar jantung. Dosis 2-4 dd 3 mg (klorida), s.c. 0,1-0,2 mg, i.v. 50-100 mcg (perlahan).

v  Indikasi

Merelaksasi kontraksi bronkus pada asma bronkial, bronkitis menahun, pneumokoniosis.

v  Kontra Indikasi

v  Perhatian

v  Efek Samping

1.4 Prokaterol

Contoh nama dagang: Meptin, meptin air, meptin swinghaler, ataroc.

Derivat-kinolin ini memiliki daya kerja bronchodilatasi yang sangat kuat dan hanya digunakan secara oral dengan dosis 2 dd 50 mcg. Penggunaan katekolamin misalnya epinefrin atau isoproteronol dapat menginduksi aritmia dan henti jantung.

v  Indikasi

Dispnea karena asma bronkial, bronkitis akut dan kronik, emfisema paru.

v  Kontra Indikasi

Hipersensitivitas.

v  Perhatian

Hipertiroidisme, penyakit jantung dan hipertensi, DM. Hamil, laktasi. Usia lanjut, anak-anak dan hipertensi.

v  Efek Samping

Palitasi, takikardi; tremor dan sakit kepala; mual dan muntah; ruam kulit. Dapat menyebabkan penurunan kadar kalium serum secara bermakna.

1.5 Rimiterol

Contoh nama dagang: Pulmadil.

Senyawa piperidil sebagai inhalasi, mula kerjanya cepat sekali, yaitu setelah 30 detik akan tetapi lama kerjanya hanya ½-1 jam (t ½ < 5 menit). Ada dugaan rimiterol lebih selektif daripada β2-mimetika lainnya. Dosis inhalasi maksimal 4 dd 2 semprotan dari 200 mcg (bromida).

2.1 Kromoglikat

Contoh nama dagang: Cromolyn sodium, intal, lomudal/lomusal.

Zat sintesis ini diturunkan dari khellin, suatu zat dengan kerja bronchospasmolitis yang terdapat dalam biji saga.kromoglikat berdaya menstalbilisasi membran mastcell, sehingga menghalangi pelepasan mediator vaso-aktif, seperti histamin, serotonin dan leukotrin, pada waktu terjadinya reaksi antigen-antibody.

Penggunaan kromoglikat sangat efektif sebagi obat pencegahan serangan asma dan bronchitis yang bersifat alergis, serta conjunctivitis/rhinitis alergica (hay fever) dan alergi akibat bahan makanan. Untuk profilaksis yang layak, obat ini perlu diberikan minimal 4 kali sehari yang efeknya baru menjadi nyata sesudah 2-4 minggu. Sering kali dosis bronchodilator dan prednison dapat dikurangi. Penggunaannya tidak boleh dihentikan dengan tiba-tiba berhubung dapat memicu serangan. Pada serangan akut, kromolin tidak efektif karena tidak memblok reseptor-histamin.

Resorpsi didalam usus tidak terjadi. Dari suatu dosis inhalasi (serbuk halus), senyawa ini hanya 5-10% mencapai bronchi dan diserap, yang segera di diekskresikan lewat kemih dan empedu secara utuh. Plasma t ½ -nya 1,5-2 jam, tetapi efeknya bertahan 6 jam.

Efek sampingnya berupa rangsangan lokal pada selapu lendir tenggorok dan trachea, dengan gejala antara lain perasaan kering, batuk-batuk, kadang-kadang kejang bronchi dan serangan asma selewat. Untuk mencegah hal ini, inhalasi salbutamol dapat digunakan terlebih dahulu. Rangsangan mukosa dapat terjadi pada penggunaan nasal (rynacrom, lomusol)  dan pada mata (opticrom). Wanita hamil dapat menggunakan kromoglikat.

Dosis inhalasi minimal 4 dd 1 puff (20 mg) sebagai serbuk halus dengan menggunakan alat khusus (spinhaler), atau sebagai larutan (aerosol). Nasal 4 dd 10 mg serbuk dan untuk masta 4-6 dd 1-2 tetes dari larutan 2 %.

2.2 Nedocromil

Contoh nama dagang: Tilade.

Adalah senyawa dicarbonic acid, yang dapat dianggap sebagai turunan kromoglikat (1986). Daya kerja dan penggunaannya sama, begitu pula efek-efek sampingnya. Dosis tracheal 4 dd 4 mg (garam di-Na)

v  Indikasi

Pengobatan asma bronkial derajat ringan sampai sedang.

v  Kontra indikasi

Hipersensitif.

v  Perhatian

Tidak dianjurkan pada serangan bronkospasme akut; sebaiknya tidak diberika pada masa kehamilan terutama pada trisemester pertama, ibu menyusui.

v  Efek Samping

Pusing dan mual, batuk dan bronkospasme.

3.1 Adrenalin

Contoh nama dagang: Epinefrin.

Zat adrenergik ini dengan efek alfa + beta adalah bronchodilator terkuat dengan kerja cepat tetapi singkat dan digunakan untuk serangan asma yang hebat. Sering kali senyawa ini dikombinasi dengan tranquilizer peroralguna melawan rasa takut dan cemas yang menyertai serangan. Efek samping berupa efek sentral (gelisah, tremor, nyeri kepala) dan terhadap jantung (palpitasi, aritmia), terutama pada dosis lebih tinggi. Timbul pula hiperglikemia,karena efek antidiabetika oral diperlemah. Dosis pada serangan asma i.v. 0,3 ml dari larutan 1:1.000 yang dapat diulang dua kali setiap 20 menit (tartrat).

3.2 Efedrin

Contoh nama dagang: asmadex, asmasolon, bronchicum, asficap, bronhitin ekspektoran chlorkol, ephedrin HCl, ephedrini HCl berlico, erladrine, OBH erla, paracetin, pimtracol, takarajima, asmano, asthma soho, Cold, ersylan, kafsir, koffex/ koffex for children, mixadin, neo napacin, noscapax, oskadryl, phenadex, ponoclin, ponoclin D, prinasma, theochodil, thymcal.

Merupakan derivat-adrenalin ini memiliki efek sentral lebih kuat dengan efek bronchodilatasi lebih ringan dan bertahan lebih lama (4 jam).  Efedrin dapat diberikan secara oral, maka banyak digunakan sebagai obat asma.

Resorpsinya baik dan dalam waktu ¼ – 1 jam sudah terjadi bronchodilatasi. Didalam hati, sebagai zat dirombak; eksresinya terutama lewat urin secara utuh. Plasma t ½ -nya 3-6 jam. Efek samping pada orang yang peka, efedrin dalam dosis rendah sudah dapat menimbulkan kesulitan tidur, tremor, gelisah, dan gangguan berkemih. Pada overdose, timbul efek berbahaya SSP dan jantung palpitasi. Dosis 3-6 dd 25-50 mg, anak-anak 2-3 mg/kg/hari dalam tetes (anti mampat) larutan 1%, tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama.

v  Indikasi

Asma, bronkitis, emfisema.

v  Kontra Indikasi

Hipertensi, trombosis koroner, hipertiroid, glaukoma, sudut tertutup,  DM. gangguan hati, penyakit jantung iskemik.

v  Perhatian

v  Efek Samping

Takikardi, aritmia, eksrasistol dan ventrikuler, pembesaran prostat. Nervourness, tremor, insomnia, retensi urin dapat terjadi pada penderita hipertrofi prostat.

*febilpropanolamin (norefedrin, koldex®, triaminic®) daya kerja dan penggunaan sama dengan efedrin tetapi bertahan lebih lama. Efek sentralnya lebih ringan. Obat ini banyak tersedia dalam sediaan anti-pilek dan anti selesma, dalam kombinasi dengan selesma, dalam kombinasi dengan analgetika, antihistaminika, dan/ atau obat batuk. Dosis 3 dd 25-50 mg (HCL),tetes hidung 1-3%.

3.3 Isoprenalin

Contoh nama dagang: isuprel, aleudrin.

Derivat ini mempunyai efek β1 + β2-adrenergis dan memiliki daya bronchodilatasi baik, tetapi resorpsinys di usus buruk dan tidak teratur. Resorpsinya dari mulut (oromukosal) sebagai tablet atau larutan agakmlebih baik dan cepat, dan efeknya sudah timbul beberapa menit dan bertahan sampai 1 jam.

*orsiprenalin (metaproterenol, alupent, silomat comp) merupakan isomer-isoprenalin dengan resorpsi lebih baik, yang efeknya dimulai lebih lambat (oral sesudah 15- 20 menit) tetapi bertahan bertahan lebih lama, sampi 4 jam. Mulai kerjanyamelalui inhalasi atau ineksi adalh setelah 10 menit. Dosis: 4 dd 20 mg (sulfat), i.m. atau s.c. 0,5 mg yang dapat diulang setelah ½ am, inhalsi 3-4 dd 2 semprotan.

*heksoprenalin (ipradiol) adalah derivat yang sama kerjanya dengan orsiprenalin, tetapi berdaya lebih kuat. Dosis 3-6 dd 0,5 mg (sulfat), injeksi i.v.1-2 ampul dari 10 mcg (perlahan)

4.1 Teofilin

Contoh nama dagang: 1,3 dimetilksantin, Quibron-T/SR, Theobromin (Bronchophylin, Bronsolvan, Bufabron, Euphylin, Retaphyl, Theobron)

Teofilin adalah bronkodilator yang digunakan untuk pasien asma dan penyakit paru obstruktif yang kronik, namun tidak efektif untuk reaksi akut pada penyakit paru obstruktif kronik. Teofilin dapat meningkatkan risiko efek samping jika digunakan bersamaan dengan agonis reseptor beta, seperti munculnya hipokalemia.

Teofilin dimetabolisme oleh hati. Pada pasien perokok atau gangguan fungsi hati dapat menyebabkan perubahan kadar teofilin dalam darah. Kadar teofilin dalam darah dapat meningkat pada gagal jantung, sirosis, infeksi virus dan pasien lanjut usia. Kadar teofilin dapat menurun pada perokok, pengkonsumsi alkohol, dan obat-obatan yang meningkatkan metabolisme di hati.

Penggunaan teofilin harus lah berhati-hati karena batas keamanan dosis yang cukup sempit. Dosis terapi dapat dicapai pada kadar 10-20 mg/lt, namun efek samping juga sudah muncul pada kadar tersebut dan lebih berat lagi pada kadar diatas 20 mg/lt.

v  Indikasi

obstruksi saluran nafas yang reversibel, serangan asma berat.

v  Kontra Indikasi

hati-hati penggunaan pada pasien dengan penyakti jantung, hipertensi, hipertiroid, ulkus lambung, epilepsi, lanjut usia, gangguan hati, kehamilan dan menyusui.

v  Efek Samping

Denyut jantung meningkat, berdebar-debar, mual-muntah, gangguan saluran cerna lainnya, sakit kepala, gangguan tidur, gangguan irama jantung, kejang

*aminofilin

Theophyllinum et Ethylenediaminum. (C7H8N4O2)2,C2H4(NH2)2

Nama Dagang: Amicain, Aminophyllinum, Phyllocontin.

v  Indiksai

Asma dan penyakit paru obstruksi kronis.

v  Kontra Indikasi

Hipersensitivitas terhadap teofilin dan ethylendiamine.

v  Efek Samping

Efek samping yang sering terjadi : Saluran cerna : diare, mual dan muntah; Neurologi : pusing, sakit kepala, insomnia, dan tremor; Renal : diuresis;

Efek samping serius : Cardiovascular : Atrial fibrilasi, Bradiaritmia apabila administrasi terlalu cepat dapat menyebabkan Cardiac arrest, Takiaritmia Dermatologic : Erythroderma; Gastrointestinal : Necrotizing enterocolitis in fetus OR newborn; Immunologic : Immune hypersensitivity reaction; Neurologic : perdarahan pada intracranial, kejang.

5.1 Ipratopium

(IR,3r,5S,8r)-8-Isopropyl-3-[(±)-tropoloxy]tropanium bromide monohydrate. C20H30BrNO3.H2O

Contoh nama dagang: atrovent

v  Indikasi

Terapi simptomatik bronkospasme yang reversibel, berhubungan dengan obstruksi kronis saluran nafas (PPOK), termasuk bronkitis kronik dan emfisema; juga sebagai terapi simptomatik pada asma bronkial dan sebagai bronkodilator pada pasien cystic fibrosis.

v  Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap ipratropium.  Hipersensitif terhadap soya lecithin (aerosol).

v  Perhatian

Bledder-neck obstruction, narrow-angle glaucoma, hipertrofi prostat (Benign Prostatic Hyperplasia), myasthenia gravis.  Tidak diindikasikan untuk terapi awal bronkospasma akut.

v  Efek Samping

Mulut kering, mual, konstipasi, sakit kepala, takikardi, fibrilasi atrial.

6.1 Ketotifen

4-(1-Methylpiperidin-4-ylidene)-4H-benzo[4,5]cyclohepta-[1,2-b] thiophen-10(9H)-one hydrogen fumarate. C19H19NOS.C4H4O4

Nama dagang: Intifen, Nortifen, Prevas, Profilas, Scanditen, Zaditen, Prevas, Astifen, ditensia, pehatifen.

Ketotifen yang digunakan adalah ketotifen fumarat, tetapi dosis dalam bentuk base, (ketotifen fumarat 1.38 mg setara dengan 1 mg ketotifen) Oral: dosis ketotifen fumarat setara dengan 1 mg ketotifen dua kali sehari bersama makanan, jika perlu ditingkatkan sampai 2 mg dua kali sehari.  Untuk pasien yang tidak tahan dengan efek sedasi, terapi awal 0,5-1 mg pada malam hari selama beberapa hari, kemudian dosis ditingkatkan sampai dosis terapeutik. Anak > 3 th : dosis ketotifen fumarat setara dengan 1 mg ketotifen dua kali sehari. Anak 6 bln-3 th : dosis ketotifen fumarat setara dengan 500 mcg ketotifen dua kali sehari.

v  Indikasi

Pencegahan asma bronkial jangka panjang, terapi allergic rhinitis dan conjuctivitis

v  Kontra Indikasi

Hipersensitifitas terhadap atau komponen lain dalam formulasi (pengawet benzalkonium klorida, serangan asma akut.

v  Efek Samping

Mengantuk, mulut kering, pusing, meningkatnya nafsu makan dan berat badan. Dan jarang terjadi: cytitis, reaksi pada kulit.

6.2 Oksatomida

Nama dagang: Tinset, oxtin.

Derivat piperazin ini berkhasiat memblok reseptor histamin, serotonin, dan leukotrien di otot, juga menstabilisasi mastcells. Dianjurkan sebagai obat pemelihara dan pencegahan asma alergis, rinitis alergis (hay fever), dan urticaria kronis (khusus karena daya antiserotoninnya). Tidak berguna untuk serangan akut. Efek samping berupa rasa kantuk (selewat) dan bertambahnya nafsu makan, yang berkaitan pula dengan sifat antiserotoninnya, kombinasinya dengan alkohol dan zat-zat penekan SSP lainnya memperkuat efeknya. Dosis 2 dd 30-60 mg sesudah makan.

7. Hidrokortison, Prednisolon, deksametason, triamsinolon dll

Obat Golongan Kortikosteroid ini hanya diberikan per-oral pada asama parah, yang tidak dapat dikendalikan dengan obat asma lainnya.

Hidrokortison: armacort, berlicort, brentan, bufacort, bufacort-n, bufaform hydrocortisone, calacort, camviocorthon, cendo p-h-n, cendomycos krim, cortatin, corthon, corthihist, cortina, dermacort, enkacort, enpicortyn, erla neo hydrocort, hidrokortison, hufacort, hycort, indoson, kemicort forte, kemicort obat asma, kemiderm, lexacorton, locoid, locoid scalp lotion, neo hufacort, nestacort, nufacort, omnicort, particol, ramicort, salderm, solacort, solu cortef, steroderm, terracotril, terra-cortril opth, terra-cortril topical, thecort, vanquin plus, vio-corthon, viocortone, viohydrocort, visancort, zolacort.

Prednisolon: cendo pnp, cendocetapred, eltazon, etacortin, hexacort, klorfeson, pehacort.

Prednison: erlanison, predicap, prednison berllco, prednisone, remacort.

Deksametason: adrekon, alegi, alerdex, alletrol, alletrol compositum, asonfen, baycuten-n, bidaxtam,bimandex, bralifex plus, bufacaryl, camidexon, carbidu, cellacort, cendogentason tetes mata, cendometason, cendoxitrol, corsona, cortidex, danasone, danigen plus, dankortin, dellamethasone, dexa-m, dexamethasone, dexanel, dexaton, dexaton tetes mata, dexatopic, dexclosan, dexicorta, dexon, dextaco, dextaf, dextafen, dextina, diometa, ermethasone, etadex, etadexta, etason, inmatrol, isotic neolyson, kalmethason hexpharm, kalmethasone, kemotason, klormixin d, kokodex, lanadexon, licodexon, lotharson, maxitrol, mecoxon, megadex, mexamyn, mexon, mitadex, molacort,nelydex, nosked, novadex, nufadex-m, omedeson, omegtamine, oradexon, oregan, osamin forte, osatrol, polidemisin, polydex, preitacort, prodexon, proxona, pycameth, pyradexon, ramadexon, scandexon, selexon, sofradex, sofradex tetes mata, soldextam, spersadex comp, tamadex, tazimut, tobradex, trodex, ximex optixitrol, ximex tobrason, yekasone, zecaxon.

Triamsinolon asetonida: bufacomb in oral base, kenacort a ia/id/kenacort a im, kenacort-a, kenalog in orabase, ketricin, nasacort, new-kenacomb, tridez, trilac.

*kortikosteroid inhalasi: beklometason, budesonida, flutikason.

7.1 beklometason (dipropionat)

Contoh nama dagang:  becotide, beconase, bekloment easyhaler, cleniderm.

7.2 Budesonide

16Alpha, 17Alpha-butylidenedioxy-11Beta,21-dihydroxypregna-1,4-diene-3,20-dione

Contoh nama dagang: Budenofalk, Rhinocort Aqua, Inflammide, Symbicort Turbuhaler, Cycortide, Pulmicort Respules, pulmicort.

v  Indikasi

Pengobatan dan pencegahan asma, Rhinitis, allergic and non-allergic, Crohn’s disease.

v  Kontra Indikasi

  1. Reaksi hipersensitivitas terhadap produk budesonide.
  2. Sebagai terapi primer pada Status asthmaticus atau episode akut asma. Tidak dapat digunakan sebagai reliever pada bronkospasme akut.

v  Efek Samping

Efek samping yang sering terjadi antara lain :

  • Endocrine metabolic : Cushing’s syndrome
  • Gastrointestinal : Diarrhea (10%), Indigestion (6%), Nausea (11%)
  • Musculoskeletal : Arthralgia (5%)
  • Neurologic : Pusing, Sakit kepala (21%)
  • Respiratory : Epistaxis, nasal mukosa yang kering, rasa terbakar/tersengat pada hidung, infeksi saluran nafas(11%), Sinusitis (8%), iritasi tenggorokan.
  • Efek samping yang cukup serius :
  • Endocrine metabolic: Cushing’s syndrome, symptoms of (5% to 15%), Secondary hypocortisolism
  • Ophthalmic: Cataract, Glaucoma.

v  Dosis dan cara pemberian

Cara pemberian :

1. Secara oral : jangan memecah atau mengunyah kapsul, minum pada pagi hari

2. Secara inhalasi : jangan mengocok inhaler, setelah menggunakan inhalasi bersihkan mulut dengan air

3. Secara Nasal : kocok perlahan sebelum digunakan

Cyclohaler :

Dosis dewasa : 0.2-1.6 mg tiap hari dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan.

Dosis anak-anak usia 6 tahun keatas : 200-400mcg setiap hari dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan (dosis maksimal 800mcg setiap hari).

Aerosol inhalasi :

Dewasa 200mcg dua kali sehari; dosis dapat dikurangi menjadi tidak lebih dari 200mcg tiap hari pada penderita dengan gejala asma yang terkontrol dengan baik; pada severe asthma, dosis dapat ditingkatkan menjadi 1.6 mg tiap hari.

Dosis anak-anak : 50-400mcg dua kali sehari; pada penderita dengan severe asthma dosis dapat ditingkatkan menjadi 800mcg setiap hari.

Dosis : inhalation of powder (turbohaler) :

Pada awal pengobatan selama periode severe asthma dan pada saat pengurangan atau pemberhentian oral kortikosteroid, dosis yang diberikan 0.2-1.6mg setiap hari dalam 2 dosis terbagi;

Pada penderita yang tidak terlalu parah dapat diberikan 200-400mcg satu kali sehari (setiap sore).

Pasien dengan asma yang terkontrol dengan pemberian inhalasi Beclometasone dipropionat atau pemberian Budesonide 2 kali sehari, dosis dapat diubah menjadi satu kali sehari (setiap sore hari) dengan dosis total yang sama (sampai 800mcg satu kali sehari).

Anak-anak dibawah 12 tahun dosis 200-800mcg setiap hari dalam 2 dosis terbagi (800mcg setiap hari pada severe asthma)

Dosis : inhalation of nebulised suspension :

Pada awal pengobatan selama periode severe asthma dan pada saat pengurangan atau pemberhentian oral kortikosteroid, dosis yang diberikan 1-2mg dua kali sehari (dosis dapat ditingkatkan pada penderita dengan severe asthma).

Dosis pada anak usia 3 bulan-12 tahun : 0.5-1mg dua kali sehari.

7.3 Flutikason (propionat)

Contoh nama dagang: flixonaseflixotux, cultivate, flixotide, medicort, lescol.

7.4 Flunisolida

Contoh nama dagang: syntaris.

Obat-Obat Yang Lain

8.1  Kodein

7,8-didehydro-4,5-epoxy-3-methoxy-17-methylmorphinan-6-ol dan rumus kimia C18H21NO3.

Codeine (INN) atau methylmorphine

Contoh Nama Dagang: metilmorfin, codipront

Analgesik

Dewasa: IM / lambat IV / PO / SC tiap 15-60 mg 4-6 jam (maksimum 360 mg / hari). ANAK-ANAK (3 bulan – 1 tahun): IM / PO / SC 0,5 mg / kg tiap 4-6 jam.

ANTITUSSIVE

Dewasa 10-20 mg PO tiap 4-6 jam (maksimum 120 mg / hari). -ANAK (6-12 tahun): 5-10 mg PO tiap 4-6 jam (maksimum 60 mg / hari). ANAK-ANAK (2-6 tahun): 2,5-5 mg PO tiap 4-6 jam (maksimum 30 mg / hari).

v  indikasi
Kodein atau methylmorphine merupakan golongan narkotik yang pada umumnya digunakan untuk analgesik, antitussive, dan antidiarrheal.

v  Kontraindikasi

Hipersensitivitas untuk opiat; atas obstruksi jalan napas; pernapasan kompromi; akut asma; diare disebabkan oleh keracunan atau racun.

v  Efek Samping

Efek samping: euforia, gatal, mual, muntah, mengantuk, mulut kering, miosis, hipotensi ortostatik, retensi urin, depresi dan sembelit lain efek samping biasanya kurang diperhatikan adalah kurangnya seksual drive dan peningkatan komplikasi pada disfungsi ereksi. Beberapa orang mungkin juga memiliki reaksi alergi terhadap kodein, seperti pembengkakan kulit dan ruam. Toleransi terhadap banyak efek kodein berkembang dengan penggunaan jangka panjang, termasuk efek terapeutik.

8.2   Noskapin

Contoh Nama Dagang: narkotin, mercotin, longatin.

Alakloida candu alamiah tida memilikir rumus fenatrien, seperti kodein dan morfin melainkan termasuk dalam kelompok benzilisokinolin, seperti alkaloida candu lainnya (papaverin dan tebanin)

8.3  Dekstrometorfan HBr

Nama Dagang: methoxylevorphanol, detusif, romilar expectorant, benadryl DMP.

8.4  Prometazin

Phenergan, phenergan exp.

*oksomemazin (doxergen, toplexil)

8.5 Difenhidramin

benadryl

9.1 Oksolamin

Bredon

10.1 asetilsistein

Fluimucil

10.2 Bromheksin

Bisolvon, mosavon

11.1 Kaliumiodida

11.2 amonium klorida

11.3 guaifenasin

Gliserilguaikolat, toplexil

11.4 minyak terbang (minyak atsiri)

11.5 succus liquiritiae

Obat Batuk Hitam, mixtura resolvens

11.6 ipecacuanhae radix

Doveri

ISTILAH-ISTILAH PENTING

Reseptor adalah bagian dari sistem syaraf yang berperan sebagai penerima rangsangan dan sekaligus sebagai pengubah rangsangan yang diterimanya menjadi impuls sensoris.

Sistem kardiovaskular (sistem peredaran darah) adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel.

Tachycardia dalah aritmia cepat (denyut jantung lebih cepat dari 100 detak/menit).

Bradycardia adalah aritmia lambat (denyut jantung lebih lambat dari 60 detak/menit.

Aritmia adalah pola dan/atau perubahan yang cepat dari denyut jantung normal.

Palpitasi adalah rasa tidak nyaman yang diakibatkan denyut jantung yang tidak teratur atau lebih keras.

Kontraksi prematur adalah adanya denyut jantung yang mendahului denyut jantung yang normal. Hal ini menyebabkan perasaan jantung berdebar.

Pemberian obat subkutan adalah pemberian obat melalui suntikan ke area bawah kulit yaitu pada jarign konektif atau lemak di bawah dermis.

Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik).

Bronkodilator adalah obat-obat yang digunakan untuk mengatasi kesulitan bernafas yang disebabkan oleh asma, bronchitis, bronchiolitis, pneumonia dan emfisema.

Asma bronchial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan.

Bronkhitis Kronis Merupakan penyakit di saluran napas yang diakibatkan oleh rekasi keradangan yang berlangsung lama dan selanjutnya akan berkembang menjadi Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM), karena kelainan yang ada di selaput lendir akan menimbulkan gejala berupa penyumbatan.

Emfisema adalah penyakit yang gejala utamanya adalah penyempitan (obstruksi) saluran napas, karena kantung udara di paru menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan yang luas.

Hipersensitivitas adalah respon imun yang berlebihan yang dapat merusak jaringan tubuh sendiri.

Tirotoksikosis merupakan tampilan klinis hiperfungsi kelenjar tiroid. Keadaan ini
dikarenakan stimulasi tiroid oleh suatu globulin darah yang memiliki aktivitas
TSH. Selain itu disebabkan adanya benjolan kecil didalam kelenjar, yang secara
otanom membentuk hormone berlebih diluar sistem H-H.

Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin.

Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama).

Penyakit jantung iskemik adalah keadaan berbagai etiologi, yang menyebabkan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard.

Nausea (Mual) adalah rasa ingin untuk muntah.

Tremor adalah suatu gerakan gemetar yang berirama dan tidak terkendali, yang terjadi karena otot berkontraksi dan berelaksasi secara berulang-ulang.

Hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam darah) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalium dalam darah kurang dari 3.8 mEq/L darah.

Bronkospasmus (pengerutan otot-otot bronki) yang mengakibatkan sesak nafas.

Pre eklampsia atau yang sering disebut dengan Toksemia Gravidarum atau keracunan dalam kehamilan, merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada ibu hamil di Indonesia.

Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu.

Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum).

Solusio plasenta atau disebut juga abruptio placenta atau ablasio placenta adalah separasi prematur plasenta dengan implantasi normalnya di uterus (korpus uteri) dalam masa kehamilan lebih dari 20 minggu dan sebelum janin lahir.

ABORTUS Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas.

Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid karena ini berhubungan dengan suatu kompleks fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan. Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksi tiroid, yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. Hipertiroidisme (Hyperthyrodism) adalah keadaan disebabkan oleh kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan sehingga menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan di dalam darah.

Daftar Pustaka

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Dipublikasi di Tak Berkategori | 1 Komentar